Pro
Evolution Soccer 6 atau sering disebut dengan PES 6 memang bisa dibilang
game yang sudah cukup lama karena sekarang sudah ada PES 2015. Namun
saya yakin ada juga dari sahabat haramain software yang tidak bisa
memainkan game PES 2013 atau PES 2014 maupun PES 2015 karena komputer
atau laptop yang dimiliki tidak kuat untuk memainkan PES 2013, PES 2014
maupun PES 2015.
Bagi yang komputer atau laptopnya tidak kuat memainkan PES 2014 ataupun
PES 2015 tidak usah bersedih karena haramain software akan bagikan PES 6
sebagai penggantinya dan saya lengkapi juga dengan updatean pemain yang
terbarunya agar bisa menikmati PES 6.
PES 6 yang haramain software bagikanj ini juga sudah saya Rip sehingga
kapasitasnya tidak besar lagi melainkan hanya 329 Mb saja.
Pada Update pemain terbarunya sudah banyak yang diupdate sampai winter
transfer februari 2015 seperti Fernando Torres yang sudah kembali lagi
ke Atletico Madrid, Odegaard ke Real madrid , Valdes Ke manchester
United, Podolski ke Inter Milan, Lennon ke Everton dan lain-lain.
Screenshot :
Recommended System Requirements :
CPU : Intel Pentium III 800MHz or equivalent processor (Athlon/Duron/Celeron
Ram : 256 MB RAM
VGA : NVIDIA GeForce 3 or ATI Radeon 8500 video card
DX : DirectX 9.0c
OS : Windows XP/7
HDD : 1.5 Free hard disk space
Cara Install :
Download dulu pes 6 nya
Extract pes nya
Setelah Extract, buka folder PES 6 Jalankan Setup.bat dan ikuti instruksi yang keluar sampai proses selesai
Setelah
selesai, Jalankan SETUP.REG dan klik ok/yes ( kalau game download game
ini khusus windows 64 bit jika 32 bit download 32 bit setup.reg nya lalu
copy paste ke pes 6 folder
Selesai.
Jalankan gamenya dan buat profilnya terlebih dahulu sampai masuk ke
gamenya dan tutup lagi gamenya, kemudian baru update pemainnya.
Cara Update Pemain :
Setelah install sukses silahkan download file update pemain terbaru yang yang sudah saya kasih link nya dibawah
Kemudian copy file tersebut dan pastekan di Documents / KONAMI / Pro Evolution Soccer 6 / save / folder1 dan pilih replace
- Update Full Leagues With New Teams 2018/2019 (Premiere League, Ligue 1, Serie A, La Liga, UEFA top club and Bundesliga)
- New national team from UEFA
(Iceland, Albania, Boznia and Herzegovina), CAF (Egypt, Morroco,
Algeria), CONCACAF (Panama), AFC (Indonesia, China, Malaysia, Vietnam,
Thailand, Myanmar and Singapore)
- New Graphic (Menu, Backgrounds, Startscreen ... Like PES 2019)
- Update And New competitions 2018/2019
(UEFA Champions League, World Cup 2018, And More)
- Add +500 New Face
- New Balls Pack 2018/2019
- New Official Boots For top Players
- PES 2019 scoreboard
- PES 2019 Adboard
- Club emblem, kits, number and formation is up to date
- Player ability, face, hair and bodyshape is up to date
Or Mediafire (3 Parts) Download New Update & Fix PES 2017 Next Season Patch 2019 - Update V5.0 Download
Download PES2017 Multi-Switcher Season 2018/2019 (Optional) Download
Penyajian informasi disertai sumber yang akurat adalah sebuah
keharusan dalam menyampaikan kabar berita atau karya ilmiah. Oleh
karenanya, cara penulisan daftar pustaka dalam sebuah karya ilmiah
adalah wajib untuk diketahui. Sebab erat kaitannya dengan kredibilitas
karya tulis serta pertanggung jawabannya.
Daftar pustaka sendiri adalah sebuah daftar rujukan tulisan yang
menjadi acuan dan rujukan dari sebuah karya tulis. Baik rujukan yang
bersumber dari buku, internet, koran, atau media lainnya. Ada beberapa
manfaat dari adanya daftar pustaka atau catatan kaki ini, baik untuk
pembaca, penulis ataupun sumber yang dijadikan rujukan. Di antara
manfaatnya adalah:
Sebuah etika penulisan yang baik
Sebagai ungkapan terimakasih kepada sumber rujukan yang telah memberikan data
Sebagai pendukung ide penulis
Sebagai referensi terusan yang menunjukkan pada bagian mana data itu diambil
Sebagai petunjuk untuk melacak kebenaran data yang diambil
Berikut adalah tata cara penulisan daftar pustaka beserta contoh yang dibagi berdasarkan sumber rujukannya:
Daftar Isi
A. Penulisan Daftar Pustaka dari Sumber Buku
Dalam menulis daftar pustaka yang berasal dari sumber buku ada
beberapa hal yang perlu diperhatikan. Hal utama yang perlu diperhatikan
adalah tanda baca dan urutannya. Untuk urutannya, berikut adalah
referensi yang bersumber dari buku:
1. Nama
Ingat, nama penulis ditempatkan paling awal dalam sebuah daftar
pustaka. Caranya adalah dengan membaliknya. Yaitu dengan menuliskan nama
belakang terlebih dahulu baru kemudian nama depan yang dipisah dengan
tanda koma.
Contoh:
Anwar, Chairil. 1999.
Apabila buku itu adalah hasil karya dari dua orang penulis atau
lebih, maka hanya penulis pertama saja yang urutan namanya dibalik.
Selanjutnya penulis kedua dan seterusnya dengan urutan nama aslinya yang
sesuai berada setelahnya
Apabila dalam buku tersebut nama penulisnya dicantumkan lengkap
bersamaan dengan gelar pendidikan ataupun gelar lainnya, maka
gelar-gelar tersebut tidak perlu untuk ditulis. Dan bila pada buku yang
dijadikan sumber itu tercantum nama editor, maka penulisannya dilakukan
dengan cara menambahkan singkatan berupa (Ed.).
Contoh:
Anwar, Chairil (Ed.). 1999.
Apabila pengarangnya terdiri dari dua atau tiga orang, maka semua
nama pengarang itu ditulis dengan cara nama orang pertama dibalik dan
untuk nama orang kedua – ketiga tetap. Dan di antara kedua nama
pengarang tersebut digunakan kata penghubung berupa “dan”.
Contoh:
Sudjono, Selo dan Marta Susilo.
Khumaidi, Ismail. Dini A., dan Eva D.
Apabila lebih dari tiga orang, maka nama pengarang pertama tulisannya
dibalik, kemudian ditambahkan berupa singkatan “dkk” (dan kawan-kawan)
atau et all.
Contoh:
Kartika, Salma dkk.
Susan, Alberta et. all.
Dan untuk beberapa buku yang ditulis oleh satu orang pengarang, maka
nama pengarangnya cukup ditulis sekali saja pada buku yang disebut
pertama. Setelahnya cukup dibuatkan garis kira-kira sepanjang 10 ketukan
yang diakhiri dengan tanda titik.
Setelah mencantumkan nama pengarang, kemudian cantumkan tahun terbit
yang ditambah tanda titik. Apabila tahunnya berbeda, maka penyusunan
daftar pustaka dilakukan dengan cara mengurutkannya berdasarkan yang
paling lama ke yang paling baru.
Contoh:
Keraf, Gorys. 1977.
_________ . 1980.
_________ . 1982.
Apabila diterbitkan di tahun yang sama, maka penempatan
urut-urutannya adalah berdasarkan pada pola abjad judul buku. Cara
pembedaannya adalah dengan menambahkan huruf (misal) a, b, c, dst tanpa
ada jarak.
Contoh:
Aboe, Oemar. 1989a.
__________ . 1989b.
2. Tahun Terbit
Setelah penulisan nama, cantumkanlah tahun terbit dari buku yang
digunakan sebagai referensi dan rujukan. Jangan keliru dengan angka
tahun cetakan awal. Sebab bisa saja buku rujukan itu merupakan buku
cetakan kedua, ketiga, ataupun terakhir. Oleh karenanya, lihatlah tahun
terbitnya.
3. Judul Buku
Tuliskan judul bukumu secara lengkap. Jangan lupa, penulisan judul dibuat dengan italic (miring).
4. Kota dan Nama Penerbit
Bagian yang paling akhir dalam penulisan daftar pustaka buku adalah
dengan mencantumkan kota penerbitan dan nama penerbit yang mencetak buku
tersebut. Penulisan nama kota didahulukan, kemudian diikuti dengan nama
penerbit yang dibatasi dengan suatu tanda titik dua (:).
Hal lain yang perlu untuk diperhatikan yaitu tanda batas dari setiap
urutan. Pastikan dalam penulisan ini menggunakan tanda titik (.) batas
urutan nama, tahun terbit, judul buku, kota dan nama penerbit.
Contoh Daftar Pustaka dari Buku
Data Buku:
Judul : Panduan Hidup Sehat Volume 4
Penulis : Dr. Jindan F. Rozi
Penerbit : Indonesia Publishing House
Kota Penerbit : Yogyakarta
Tahun Terbit : 2006
Cara Penulisan:
Rozi, Jindan F. 2006. Panduan Hidup Sehat Volume 4. Yogyakarta: Indonesia Publishing House. BACA:
B. Penulisan Daftar Pustaka dari Artikel dalam Koran, Jurnal atau Majalah
Tidak berbeda jauh dengan penulisan dari sumber berupa buku,
penulisan daftar pustaka dari jurnal, koran atau majalah juga perlu
mencantumkan nama penulis, tahun terbit, judul artikel, hingga kota dan
nama penerbit. Namun bukan berarti tidak ada perbedaannya. Ada beberapa
perbedaan penulisan untuk beberapa urutan tersebut, adalah sebagai
berikut.
1. Nama
Pastikan untuk penulisan nama daftar pustaka artikel tersebut adalah
penulis original artikelnya, bukan editor dari jurnal, koran, atau
majalah yang menjadi sumber rujukan dan referensi.
2. Judul
Dahulukan penulisan judul artikel yang menjadi sumber rujukan dan referensi. Penulisan tidak menggunakan format italic, tetapi ditulis dengan format tegak lurus dan diberi tanda kutip (“) pembuka dan penutup.
Kemudian dilanjutkan dengan penulisan sumber jurnal, koran atau
majalah yang memuat artikel tadi. Untuk penulisan nama jurnal, majalah,
atau koran baru dicetak miring. Ikutkan pada halaman berapa artikel itu
dimuat yang ditulis dalam tanda kurung [(…)].
Contoh Penulisan Daftar Pustaka dari Artikel Jurnal
Data Artikel:
Judul Jurnal : Mengetuk Pintu Langit: Jurnal Kesastraan dan Kebahasaan Volume 3
Judul Artikel : Bahasa Indonesia Sebagai Sastra Penyampai Informasi
Penulis : Ja’far Shodiq
Penerbit : Kantor Bahasa Provinsi Jawa Tengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Kota Terbit : Semarang
Tahun Terbit : 2015
Kiriman Menarik Lainnya: TIPS MENULIS BUKU BEST SELLER – Metode “Snowflake” untuk Menulis Buku Laris
Cara Penulisan:
Shodiq, Ja’far. 2015. “Bahasa Indonesia Sebagai Sastra Penyampai
Informasi” dalam Mengetuk Pintu Langit: Jurnal Kesastraan dan Kebahasaan
Volume 3 (hlm. 148-149). Semarang: Kantor Bahasa Provinsi Jawa Tengah
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Contoh Jika Majalah yang Menjadi Rujukan
Jika majalah yang menjadi sumber rujukan, maka perlu memperhatikan
unsur-unsur dan urutannya yang perlu disebutkan dalam penulisan daftar
pustaka, sebagai berikut:
nama pengarang,
tahun terbit,
judul artikel,
judul majalah,
bulan terbit (jika ada),
tahun terbitan yang keberapa (jika ada),
tempat terbit.
Contoh:
Nasution, Haris. 1979. “Sistem Keamanan Internasional”. Dalam Prisma, Desember, V. Jakarta.
Paranggi, Umbu Landu. 2008. “Puisi: Tetesan Darah Perjuanganku” dalam Erlangga Majalah Sastra. Jakarta: PT Metro Pos.
Contoh Jika Surat Kabar sebagai Rujukan
Jika surat kabar yang menjadi sumber rujukannya, maka perlu
memperhatikan unsur beserta urut-urutannya yang perlu disebut dalam
daftar pustaka, yaitu sebagai berikut:
nama pengarang,
tahun terbit,
judul artikel,
judul surat kabar,
tanggal terbit, dan
tempat terbit.
Contoh:
Taher, Antonio. 1984. “Wanita sudah saatnya untuk berkarya”. Dalam Sinar Harapan, 1 September 1994. Bandung.
Contoh Jika Antologi sebagai Sumber Rujukan
Jika antologi yang menjadi sumber rujukannya, maka perlu
memperhatikan unsur dan urut-urutannya yang perlu disebut dalam daftar
pustaka, yaitu sebagai berikut:
nama pengarang,
tahun terbit karangan,
judul karangan,
nama penghimpun (Ed.),
tahun terbit antologi,
judul antologi,
tempat terbit, dan
nama penerbit.
Contoh:
Winarto, Sastro. 1997. “Metode Praktis Menulis Buku”. Dalam Santoso
(Ed.). 1980. Metode-metode Penulisan Praktis. Bandung: Gramedia.
Itulah cara penulisan daftar pustaka beserta contoh-contohnya. Semoga
dapat membantu dalam menyelesaikan tugas yang sedang dikerjakan.
Sebaik do’a-do’a adalah doa yang Allah sebutkan dalam Al Qur’an.
Berikut ini diantara kumpulan do’a dari Al Qur’an, kami urutkan sesuai
urutan surat agar mudah dihafalkan.
“Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) Jalan orang-orang yang
telah Engkau beri ni’mat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang
dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” (QS. Al Fatihah:
6-7)
“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami
tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban
yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami.
Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak
sanggup kami memikulnya. Beri ma’aflah kami. ampunilah kami. dan
rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap
kaum yang kafir.” (QS. Al Baqarah: 286)
“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada
kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah
kepada kami rahmat dari sisi Engkau. karena sesungguhnya Engkau-lah Maha
Pemberi (karunia)”. (QS. Ali Imran: 8)
“Ya Tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau
turunkan dan telah kami ikuti rasul, karena itu masukanlah kami ke dalam
golongan orang-orang yang menjadi saksi (tentang keesaan Allah)”. (QS.
Ali Imran: 53)
Do’a agar diampuni dari dosa, berlebihan dan lainnya
“Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami
yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami,
dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”. (QS. Ali Imran: 147)
Mengakui kedzaliman diri sendiri dan minta rahmat serta ampunanNya.
“Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika
Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya
pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Al A’raf: 23)
“Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan
jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala”.
(QS. Ibrahim: 35)
“Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan
keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam
bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al Furqan: 74)
Minta ampunan untuk diri sendiri dan orang-orang yang beriman
“Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah
beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan
kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb
kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al
Hasyr: 10)
“Ya Tuhan kami hanya kepada Engkaulah kami bertawakkal dan hanya
kepada Engkaulah kami bertaubat dan hanya kepada Engkaulah kami
kembali.” (QS. Mumtahanah: 4)
Maraji’: Ad-du’a minal kitabi wassunnah
—
Abu Zakariya Sutrisno. Riyadh, 17/12/1438H.